SEKOLAH AVICENNA JAGAKARSA

Leadership School

“Pembelajaran Jarak Jauh lagi karena Covid-19, aku harus apa…?”

Pembelajaran Jarak Jauh
Terselenggaranya Pembelajaran Jarak Jauh karena Pandemi virus corona (COVID-19) yang berdampak pada kehidupan semua keluarga di seluruh dunia. Ada begitu banyak kegiatan yang terhenti. Pembelajaran dan pekerjaan diminta berlangsung dari rumah, sementara imbauan untuk menjaga jarak fisik yang aman dari orang lain terus diserukan. Situasi ini tidak mudah bagi siapa pun, khususnya orang tua.

Menjalani dua atau bahkan lebih kegiatan bersamaan, seperti bekerja dan mendampingi anak dalam kegiatan belajar mengajar bukanlah hal yang mudah. Terlebih koneksi internet yang tidak stabil, keperluan sekolah yang mendadak (printer dan alat tulis), jam tidur yang berantakan, dan juga tidak memungkiri rasa bosan selama masa karantina.

Libur sekolah kemarin cukup menjadi angin segar bagi kita. Namun saat ini, kita kembali dihadapkan kembali dengan tantangan sistem Pembelajaran Jarak Jauh yang serempak dilaksanakan selama masa pandemi ini. Kondisi ini memang menuntut kita untuk lebih kreatif dan fleksibel dalam menghadapi banyak hal. Berikut adalah beberapa tips bagi orangtua dalam menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh di tahun ajaran baru ini :

1. Selalu jelaskan kondisi terkini pada anak

Diskusikanlah dengan anak mengenai kondisi saat ini dan alasan logis mengapa perlu menggunakan masker keluar rumah. Selain itu, upayakan tetap menemukan kesamaan kondisi saat ini dan sebelumnya. Misalnya, “hari ini ketemu Ibu A ya di sekolah, hanya saja sekarang lewat online”.

2. Pertahankan rutinitas dengan flexibel

Walaupun kondisi berubah namun sebaiknyaa tidak pada rutinitas krusial, seperti jam tidur, makan, dan mandi. Usahakan anak tetap bersiap seperti biasa sebelum sekolah di mulai. Namun, pada situasi ini tentunya perubahan cepat sekali terjadi. Tetaplah fleksibel dalam menjalankan rutinitas.

3. Tentukan waktu belajar dan bermain

Cara belajar efektif di rumah yang pertama ialah anak harus menentukan waktu atau buat schedule yang mirip seperti di sekolah. Tidak perlu sama persis, kok. Misalnya dengan menerapkan waktu belajar pukul 08.00 sampai pukul 13.00. Lalu, selama jam belajar itu, bagikan lagi berapa lama durasi belajar untuk mata pelajaran yang berbeda dan jangan lupa waktu istirahat dan bermain.  Dengan menentukan waktu seperti ini, jadwal belajar anak akan lebih terfokus dan anak pun jadi tidak ketinggalan pelajaran.

4. Cari tahu tipe gaya belajar anak

Benar adanya, bahwa setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Ada yang suka belajar sambil mendengar musik, ada juga yang lebih suka dengan suasana tenang. Ada yang menyukai belajar dari praktik, ada juga yang lebih menyukai belajar cukup dari baca buku saja. Dengan referensi belajar yang berbeda ini, maka dari itu setiap orang memiliki cara belajar efektif yang berbeda untuk satu sama lain. Nah, maka dari itu supaya memudahkan proses belajar kita harus tahu dulu nih gaya belajar seperti apa yang sesuai dengan diri  anak. Ini akan membantu kita utnuk menentukan strategi belajar. Gaya belajar seperti apa aja sih yang bisa kita gunakan? Menurut Bobby De Potter, gaya belajar seseorang dibagi menjadi tiga tipe, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. 

Gaya belajar visual berfokus pada penglihatan. Saat mempelajari hal baru, baisanya tipe ini perlu melihat sesuatu secara visual untuk lebih mudah mengerti dan memahai. Gaya belajar auditori mengandalkan pendengaran sebagai penerima informasi dan pengetahuan. Hal yang penting adalah mendengarkan pembicaraan guru dengan baik dan jelas. Terakhir adalah gaya belajar kinsetetik, pada gaya belajar ini, anak menyukai proses belajar yang melibatkan gerakan. Anak akan lebih mudah mempelajari sesuatu tidak sekedar membaca buku tetapi mempraktikannya.

5. Membuat area sekolah

Mari tentukan area khusus belajar rumah. Temukan area rumah yang minim distraksi dan maksimalkan peralatan belajar yang anak butuhkan sesuai dengan kemampuan di area tersebut.

6. Tarik napas panjang, hembuskan dan tersenyumlah

Kondisi ini tidak hanya dihadapi oleh Ayah Bunda saja, hampir seluruh dunia merasakanya. Janganlah merasa sendiri. Banyak hal menarik yang kita dapatkan selama masa pandemi ini. Kapan lagi bisa lihat aslinya anak di sekolah tanpa perlu bolos kerja? 

 

Amalia Novita  M.Psi.,Psikolog

(Psikolog Anak & Pendidikan SD Avicenna Jagakarsa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *